Meraung-raung
Apakah itu yang kau bawa setiap hari?
Tak ada sukacita mu yang bisa kau tinggalkan disini .
Kami, tak kuasa melihat itu semua
Kau katakan, kami harus bersyukur
Bagaimana bisa seorang manusia hidup dengan kritikan
Bagaimana caranya kami bisa bangkit.
Kami juga butuh pujian, kami pun juga bekerja keras
datang diawal dan pulang di akhir.
Tapi, kau tak pernah memandang kami sebagai kerabat.
Kau anggap kami layaknya pesuruh yang tak bernilai.
Kau ucapkan etika setiap kali
Tapi, kau tak punya etika dalam mengucapkan perkataan
Jangan menyesal, saat kami semua pergi dari dirimu
Dan jangan menahan kami, ketika kami pergi
Kami mencintai anak-anak kami lebih dari diri kami
Jangan pasang alasan anak-anak sebagai benteng pertahanan diri
Oktober 2019



Komentar
Posting Komentar